KOBAR, lintasberita1.com – Sedikitnya 150 warga Suku Dayak Pangkut Arut Utara (Arutara) mengepung PT Astra Agro Lestari, tbk, dengan menggunakan puluhan mobil pic up dan sepeda motor lenkap dengan atributnya, Senin (2/3) pagi. Aksi demo damai itu dipicu sengketa pembebasan lahan yang merupakan pencadangan perkebunan warga jangka panjang namun tak kunjung ada penyelesaiannya.

Koordinator aksi di lapangan, Ahmad Naini dalam orasinya di depan Pabrik pengolahan sawit PT.SINP-PBNA yang merupakan anak dari PT Astra Group menyampaikan dua hal:

Pertama, menuntut pengembalian areal pencadangan jangka panjang perkebunan rakyat Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kedua, menuntut 20 persen dari luasan areal perusahaan untuk diserahkan atau dikembalikan kepada masyarakat sebagai kebun plasma sesuai dengan permenan nomor 98 tahun 2013 pasal (11) ayah (1) tentang pedoman perijinan usaha perkebunan.

Meski orator menggebu-gebu dan meminta tanggapan kepada pihak managemen perusahaan namun dalam pantauan awak media lintasberita1.com hingga pukul 13.00 tak juga ada jawaban. Hingga satu jam kemudian massa mulai merangsek di depan pagar pintu utama pabrik.

Beruntung rombongan dari Kecamatan yang dipimpin langsung oleh Camat Arut Utara, M. Nursyah Ikhsan hadir di tengah-tengah massa dan menemui para koordinator aksi.