“Budidaya pertanian di Talio Hulu, Pandih Batu, Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, menjadi sawah produktif diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendukung ketahanan pangan, khususnya di masa pandemi Covid-19,” tutur Didy Wuryanto, Kepala Pokja Perencanaan anggaran dan Hukum, sekaligus ketua tim kordinasi PEN BRG, dalam sambutannya.

Tidak hanya itu, juga dilakukan pengaturan sistem tata air pada budidaya pertanian, dengan tetap menjaga kebasahan pada lahan gambut dan memastikan ketersediaan air untuk pertanian. Budidaya pertanian di lahan gambut tersebut, tentunya mempunyai tantangan yang besar.

“BRG bersama dengan mitra, telah menyusun perencanaan revitalisasi sawah di Talio, termasuk juga sistem tata air dan implementasinya di lapangan,” tambah Didy.

Lebih lanjut Didy menyampaikan, dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberdayakan petani dengan cara mengkorporasikan petani, yang nantinya dapat tercipta kemandirian petani untuk bercocok tanam di lahan gambut.

Selain itu, Demfarm di Talio ini juga diharapkan menjadi prototipe yang baik dan dapat diterapkan di lokasi lain untuk mendukung progam pemerintah terkait ketahanan pangan, pemulihan perekonomian, dan tetap memperhatikan aspek lingkungan, dengan pengelolaan berbasis lingkungan dan berkelanjutan. Karena itu, peluang pertanian berkelanjutan di lahan gambut, perlu didukung kerjasama dan sinergi antara kementerian, lembaga, maupun instansi terkait.