Ribuan anggota Banser pun menjawab “Siap. Saya NKRI Saya Pancasila. Dulu kami kejar HTI sekarang kami akan kejar juga PDIP dan antek-anteknya yang hendak mengubah Pancasila”.
Dengan diakhiri menyanyikan lagu ‘Ya Lal Wathon’, kemudian mereka pun bergerak menuju sarang-sarang PDIP untuk menggebuk mereka.
Seperti itulah mimpi saya tadi malam. Benar-benar seperti asli saya melihat betapa gagah beraninya pasukan terdepan penjaga NKRI itu. Andai saja adzan shubuh tidak berkumandang, pasti mimpi itu akan lebih seru dan menegangkan.
Jangan tanyakan kenapa saya mimpi seperti itu, karena itu datang secara tiba-tiba. Mungkin karena saya sering mendengar teriakan mereka yang selalu mengaku sebagai pasukan terdepan penjaga Pancasila. Dan mimpi ku ini ternyata yang menjadi momen pembuktiannya. [].
Indramayu, 28 Juni 2020
(Tulis akun @Moeslem pada hari minggu tanggal 28 Juni 2020 pukul 13.03 WIB).

Menanggapi informasi dari Tim Cyber Ansor itu, Juru bicara Ansor Kobar, Suhud Mas’ud menjelaskan jika penghapusan postingan itu tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan saat ini. Ia mengatakan barang bukti (BB) berupa screenshoot yang telah dicetak serta sebagai alat bukti pelaporan dan menjadi dasar Pihak Kepolisian dalam mengambil tindakan sudah tidak lagi bisa dipungkiri.
“Meski dia (@Moeslem) sudah menghapusnya itu tidak ngaruh. Sudah terlambat,” jelasnya kepada lintasberita1.com, Rabu (1/7) siang.

