
Kendati banjir saat ini tidak separah yang dulu, kata Mahdi, namun hampir separuh rumah warga di desanya sudah terendam air hingga ketinggian 2 meter.
“Saat ini kami masih bertahan. Kami tidur dan masak di rumah dengan memasang kayu persis di bawah atap rumah,” ucapnya sembari menunjukkan tempat tidurnya bersama 4 keluarganya yang terbuat dari papan kayu meranti itu.
Meski usia lanjut, Kai Mahdi, sapaan akrabnya, kondisi kesehatannya masih terlihat seperti layaknya warga lainnya yang umurnya jauh lebih muda. Hal itu terlihat ketika sampan miliknya ia dayung sendiri melawan arus meski bermuatan beberapa orang.
“Sampan ini saya siapkan untuk membantu warga yang mengungsi atau kebutuhan lainnya,” ucapnya.
Dalam sesi akhir wawancara kami, Kai Mahdi mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah melalui pihak kecamatan dan desa yang telah memberikan bantuan berupa beras, mie dan telur.
“Ini sangat membantu kami. Kami sudah tidak bisa kerja. Kalau tidak diberi beras mau makan apa,” pungkasnya. (SM-LB1).

