Kotawaringin Barat, lintasberita1.com – Musibah yang menimpa bangsa ini seakan tak kunjung reda. Pada masa pandemi covid-19, warga Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kotawaringin Barat Kalteng berusaha sekuat tenaga mempertahankan daerahnya agar selamat dari virus covid-19. Dan itu berhasil menyandang status zona hijau hingga kini.

Sudah empat bulan warga rela tidur di pos jaga covid-19 di masing-masing desa dengan cara bergiliran demi menghalau penyebaran virus corona. Kondisi ini seakan melupakan mereka pada kegiatan kesehariannya sebagai kepala keluarga yang sebenarnya harus bekerja setiap hari guna memenuhi kebutuhan dapurnya.
Belum usai pandemi itu, kini warga harus dihadapkan lagi dengan musibah banjir yang menerjang kampung halamannya. Sebanyak 524 KK dari 8 desa dan 1 kelurahan kini jiwa dan hartanya terancam, kondisi itu memaksa mereka harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Ya beginilah kondisinya, pihak kecamatan, desa dan warga harus bahu membahu dalam menghadapi musibah ini. Kita harus mampu melewatinya,” ucap Camat Arut Utara, M.Nursyah Ikhsan usai menyalurkan bantuan kepada warga Desa Gandis, Kamis (25/6) sore.
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Mahdi, 62 tahun warga Desa Kerabu. Dirinya menceritakan bencana banjir kali ini hampir sama dengan peristiwa 70 tahun silam. Dimana saat itu warga harus pindah sementara di tempat yang lebih tinggi dengan mendirikan gubuk seadanya.

