“Hanya satu-satunya PT Rimau yang pada saat ini tidak mau bekerja sama. Sehingga akibatnya mandek sampai hari ini. Artinya, siapa yang salah? 14 lawan 1 masa demokrasi kalah,” celetuknya.

Dikisahkan oleh Marpendi, lahan yang dibuat jalan oleh Pertamina, diantaranya adalah milik orang tuanya. Pada saat itu, orang tuanya yang meminta PT Pertamina untuk dibuat jalan, agar bisa dirasakan banyak masyarakat.

“Bapak saya sendiri yang menuntut Pertamina untuk membuat jalan ini, dan saya memegang wasiat surat dari bapak saya, supaya berbenah diri selalu dengan mitra,” pungkasnya.

Sebagai pemilik asli lahan yang digunakan oleh Pertamina, pihaknya siap mendukung dan bermitra secara baik dengan siapa saja yang mau membenahi jalan tersebut, yaitu PT Pertamina atau PT Patra Jasa. “Tujuannya, supaya aktivitas pembangunan pemerintah maupun aktivitas masyarakat lancar tanpa hambatan. Apalagi sesuai dengan rencana yang akan datang itu lebih mantap,” ungkapnya.

Sementara Wakil Gubernur Habib Ismail yang datang langsung ke lokasi tersebut, meminta kedua belah pihak agar duduk bersama menyelesaikan permasalahannya pada hari Kamis (17/10/2019) untuk menemukan solusi terbaik. www.lintasberita1.com, #TIM# (Sumber: Baritorayapost.com)