Warga Desa Jaweten bernama Marpendi menegaskan bahwa, masyarakat merasa tidak pernah terganggu selama jalan PT Pertamina diperbaiki oleh PT Patra Jasa.
Hal tersebut dikemukakanya langsung kepada awak media di depan massa yang berkumpul saat Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya datang melihat langsung jalan PT Pertamina di Desa Sumur, Kecamatan Dusun Timur, Selasa (15/10/2019).
“Itu sangat tidak benar bila masyarakat terhambat beraktivitas. Itu bohong. Dari awal penutupan, masyarakat tidak pernah terganggu aktivitasnya,” kata Marpendi dengan tegas.
Marpendi menjelaskan bahwa jalan tersebut hanya tertutup bagi perusahaan yang tidak mau bekerjasama dengan PT Pertamina. 14 perusahaan lain yang mau bekerja sama, bebas lewat. Demikian pula masyarakat, tidak ada yang terhambat.
Ia malah menuding pihak PT SEM lah yang menutup jalan. Yaitu dengan cara mengkomando para sopir untuk memarkir truk mereka di lokasi tersebut.
“Mereka sendiri membuat jalan itu tertutup dengan cara memarkir puluhan truk di tengah jalan. Mereka itu sudah dikomando atau dikoordinir atas perintah pimpinan mereka. Tujuannya supaya terhambat semua, sehingga yang disalahkan adalah Pertamina atau Patra Jasa. Padahal itu tidak benar,” tambah Merpendi.
Menurut Marpendi, PT Patra Jasa dan Pertamina tidak pernah menghambat aktivitas masyarakat untuk menggunakan jalan tersebut. 14 perusahaan yang sudah bekerja sama dipersilahkan sesuai dengan perjanjian dan aturan, bahwa yang sudah bekerjasama dipersilahkan lewat.

