Kepala Desa Riam, Dimel saat ditemui di kantornya mengatakan secara umum dampak ekonomi memang ada. Kendati demikian, warga Riam sudah terbiasa hidup sederhana dengan memanfaatkan potensi alam yang sudah tersedia.
“Dampak pandemi covid-19 bagi ekonomi memang ada. Namun warga sudah terbiasa hidup dengan alam, jadi ya hampir tidak terasa,” jelasnya.

Menurutnya, larangan pedagang sayur tidak diperbolehkan masuk ke desanya itu agar seluruh masyarakat Desa Riam terhindar dari virus corona. Warga lebih memilih mencari kebutuhan setiap hari dari dalam hutan dibandingkan dengan menanggung resiko tertularnya covid-19.
“Ini sudah keputusan masyakat. Hal ini adalah langkah terbaik dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona ini,” pungkasnya.
Dalam pantauan awak media semua pos covid-19 yang didirikan pada semua pintu masuk desa dijaga ketat. Mereka adalah relawan warga Riam yang peduli untuk keselamatan desanya. (SM-LB1)

