Syaufwan juga meminta pemerintah memperhatikan pemerataan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, termasuk meningkatkan dukungan operasional bagi seluruh pos pelayanan terpadu (Posyandu) di Palangka Raya.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian ialah banjir saat hujan deras, pengelolaan sampah yang terintegrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik oleh aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, berbagai persoalan tersebut membutuhkan penanganan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor.
Ia menekankan, penyelesaian masalah perkotaan harus dilakukan secara terencana, mulai dari pencegahan, penegakan aturan, hingga pemulihan bagi masyarakat yang terdampak. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya terlihat dari perubahan fisik kota, tetapi juga dari peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan warga.
“Momentum Hari Jadi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Kota Cantik Palangka Raya tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Diperlukan kerja keras yang berkelanjutan untuk menuntaskan berbagai pekerjaan rumah tersebut demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” tutupnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

