PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Sebanyak 12.748 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di Kota Palangka Raya hingga 25 Oktober 2026. Tingginya jumlah kasus tersebut diduga berkaitan dengan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah setempat.

Data tersebut disampaikan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat memaparkan kinerja penanganan karhutla dalam Musyawarah Terbuka Penggunaan Dana Bantuan Presiden (Banpres) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya, Minggu (25/10/2026) malam.

Fairid mengatakan, karhutla yang terjadi sepanjang 2026 menjadi tantangan bagi ketahanan daerah. Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pengendalian penyebaran kebakaran serta perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap.

Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait hingga masyarakat. Koordinasi dan keterpaduan sumber daya dinilai penting agar upaya penanggulangan kebakaran berjalan efektif dan dampaknya terhadap kehidupan warga dapat diminimalkan.

Sebagai langkah darurat untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kabut asap, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan telah menyiagakan 47 titik layanan Rumah Oksigen.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Selain itu, Pemkot Palangka Raya juga mengoperasikan empat unit bus oksigen keliling guna mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Keberadaan Rumah Oksigen dan bus oksigen keliling diharapkan dapat mempermudah warga memperoleh pertolongan awal ketika mengalami gangguan pernapasan di tengah memburuknya kualitas udara.

Fairid berharap berbagai langkah penanganan yang dilakukan pemerintah dapat menekan dampak karhutla, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Pemkot Palangka Raya juga terus berupaya mengoptimalkan sumber daya dan pelayanan darurat untuk melindungi warga selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan. *#TIM#* www.lintasberita1.com