KOBAR, lintasberita1.com – Sedikitnya 500 warga Suku Dayak Pangkut Arut Utara (Arutara) akan kembali menggelar aksi demo damai pada pekan mendatang di PT SINP-PBNA yang merupakan anak perusahaan PT Astra Group. Pasalnya, dua tuntutan pada aksi damai pekan lalu, Senin (2/3) dianggap tidak mendapatkan tanggapan serius dari pihak perusahaan.
Pernyataan itu disampaikan melalu pesan singkat (WA) oleh salah satu koordinator aksi yakni Ahmad Naini. Ia juga menegaskan bahwa baik pihak perusahaan maupun Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat lamban dalam menangani persoalan ini.
“Pemerintah lamban dalam menyikapi masalah ini. Bahkan terkesan bungkam dalam mengatasi masalah di Arutara ini,” tulis Naini, Senin (9/3) sore.
Ahmad Naini juga mengatakan jika dalam pekan ini akan berkoordinasi dengan para tetuah adat serta tokoh masyarakat. Menurutnya pada aksi lanjutan kali ini sekitar 500 massa akan menutup dan menduduki Perusahaan SINP-PBNA.
“Akan kami koordinasikan dengan para tetuah dan tokoh. Juga para tokoh dari luar Pangkut. Kita adakan ritual adat sekaligus menutup dan menduduki perusahaan hingga tuntutan kami dikabulkan,” tegasnya.

Sementara itu pada waktu yang sama, Humas PT SINP-PBNA, Suryono saat dikonfirmasi awak media lintasberita1.com melalui pesan singkat (WA) dirinya mengatakan jika persoalan itu sudah diserahkan kepada Pemda Kobar.

