“Mungkin karena ada kedekatan atau sebagai yang dikenal disalah satu Wartawan, lalu dikasihlah dana bantuan tersebut yang kemudian untuk dibagikan kepada Wartawan yang lainnya,” jelasnya.

” Tapi, apakah pembagian itu sampai, kami tidak tahu. Karena bantuan pihak ke-3 ini bukan dari APBD. Itu bisa dari sumbangan pengusaha, dan lainnya,” lanjut Istani.

Tambahnya, kami tidak pernah menganggap Wartawan itu ada yang abal-abal. Jika ada yang mengatakan Wartawan itu abal-abal, mungkin disebabkan adanya persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh salah satu oknum Wartawan itu sendiri.

“Terus terang kami tidak pernah membeda-bedakan profesi wartawan, semuanya sama, apalagi sampai menyebut wartawan abal-abal, tidak ada sama sekali. Dengan adanya masukan dan saran dari rekan-rekan wartawan, kedepannya kami akan mengkoordinir supaya lebih baik lagi,” kata Istani.

Sebelum acara ditutup Istani menyarankan, sebagai mitra kerja, silahkan rekan-rekan media menugaskan 2 (dua) orang dari perwakilan medianya, untuk didaftarkan di Biro Protokol dan Komunikasi Publik Provinsi Kalteng, tentunya dengan melengkapi Identitas diri sebagai Wartawan seperti Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Surat Tugas. www.lintasberita1.com, #PERDI#