Upaya UPR dalam meningkatankan kuantitas lulusan dengan IPK diatas 3 bahkan 4 itu bukan berarti meningkatkan kualitas namun tetap memberikan garansi bahwa telah terjadi transformasi ilmu dalam prosesnya.

Dalam kesempatan itu Andrie Elia mengemukakan, dalam kurun waktu kepemimpinanya selama 15 bulan sebagai Rektor UPR, telah menetapkan visi strategis yakni Menuju UPR Jaya Raya, diantaranya dengan mengakukan 22 usulan akreditasi program studi ke BAN PT.

Dari 22 prodi yang diusulkan, dimana pada pelaksanaan wisuda Desember 2019 ditargetkan semua prodi di UPR mempunyai akreditasi B bahkan A yang dimana pada Agustus 2019 Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP telah memperoleh akreditasi A dengan nilai 371.

Dari 22 prodi yang diusulkan, 11 prodi mendapat akreditas B, sedangkan 10 prodi masih menunggu proses visitasi lapangan.

Dengan demikian sampai saat ini pencapaian akreditasi prodi di UPR yakni Akreditasi A sebanyak 1 prodi, kemudian Akreditasi B sebanyak 34 prodi dan Akredikasi C sebanyak 12 prodi. Sedangkan prodi baru yang belum akreditasi sebanyak 7 prodi.

Disampaikan Rektor, bahwa pihaknya telah mengajukan proposal peningkatan Sarana dan Prasana (Sapras) dengan pengajuan Skema SBSN dan PHLN (Loan).

‘’Saya sampaikan bahwa proposal SBSN sudah diterima dan pada 2020 pembangunan UPR akan berdiri bangunan berlantai 7 dan siap digunakan pada akhir tahun Desember 2020 untuk digunakan sebagai gedung wisuda yang dapat menampung 4000 lebih mhs’’ jelas Elie.