
PALANGKA RAYA, Lintasberita1 – Kepala Pokja Perencanaan anggaran dan Hukum Sekaligus Ketua Tim Kordinasi PEN BRG, Didy Wuryanto mengatakan, bahwa Revitalisasi Lahan Gambut Menjadi Sawah merupakan salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Hal tersebut dijelaskannya saat makan malam bersama Kemenkomaritim, Kemenkumham, Kemenkeu, KLHK dan tim, di salah satu rumah makan Palangka Raya, Jl. Adonis Samad, Senin (21/12/2020) sekitar pukul 19.30 WIB.
“Saya sampaikan, kan ada dua hal yang disampaikan dalam pertemuan yang dipimpin oleh pak Menkoperekonomian yaitu peningkatan ketahanan pangan dan padat karya,” ungkap Didy.
“Nah yang akan bapak ibu kunjungi besok di Talio Hulu, Pandih Batu, Pulang Pisau itu salah satu dari tiga kegiatan utama BRG,” tambahnya.
Terkait, alasan kenapa menjadikan lahan gambut sebagai tempat produksi padi adalah untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan. Karena, salah satu penyumbang asap terbesar adalah lahan gambut yang terbengkalai, atau tidak terawat ditinggalkan pemiliknya.
“Nah, tugas BRG adalah bagaimana mengamankan lahan tidak terbakar lagi, khususnya di Talio Hulu yang menjadi langganan karhutla setiap tahunnya,” jelasnya.
“Oleh karena itu, menjadikan lahan gambut sebagai lahan persawahan yang terjaga, adalah salah satu cara masif yang BRG lakukan untuk mengurangi jumlah lahan gambut yang terbakar saat musim panas datang,” pungkasnya. www.lintasberita1.com, #PERDI#

