
PALANGKA RAYA, Lintasberita1 – Konsolidasi dan Deklarasi Relawan Berjuang (Bersama Ben Brahim S. Bahar dan Ujang Iskandar Untuk Menang), berlangsung di Kalawa, Palangka Raya, Minggu (13/09/2020) pukul 13.00 WIB.
Kegiatan Konsolidasi dan Deklarasi Relawan Berjuang dihadiri langsung oleh pasangan calon Gubernur Kalteng, Ben Brahim S. Bahat dan Ujang Iskandar, serta para Istri dan perwakilan Partai pengusung dan peserta deklarasi relawan berjuang.
Husen Arif Hidayat, Ketua Kordinator Relawan Berjuang Kalimantan Tengah, mengatakan bahwa usai kegiatan deklarasi ini, dalam waktu dekat adalah menggerakan relawan berjuang kalteng, untuk terjun kelapangan dan mensosialisasikan visi dan misi serta alasan mengapa memilih Ben-Ujang.
“Nah rencan nanti 13 kabupaten dan 1 kota akan mulai bergerak dalam minggu depan. Karena masing-masing kabupaten sudah mempunya 1 koordinator wilayah dan 1 koordinator wilayah mempunya ratusan relawan per kabupaten,” tuturnya.

Tambahnya, semoga Kami kaum millenial yang menjadi relawan berjuang dapat Istiqomah dalam mendukung dan memenangkan Bapak Ben Brahim dan Ujang Iskandar sebagai gubernur periode 2021/2024.
“Jujur kami sangat menginginkan perubahan. Bahkan percakapan saya dengan beberapa pemuda waktu lalu, saat ini Kalteng dalam keadaan tidak baik, karena masih banyak masyarakat buang belum sejahtera,” pungkasnya.
Lanjutnya, itu terbukti dengan banyak peserta deklarasi yang hadir berjumlah 7.000 orang.
Dalam kesempatan tersebut, calon Gubernur Kalteng Ben Brahim S. Bahat mengatakan, salah satu alasannya maju sebagai calon Gubernur adalah untuk merawat titipan pemimpin terdahulu, nenek moyang, untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat yang mendiami bumi tambun Bungai, bumi Pancasila tanpa membedakan ras, suku dan Agama.
“Jika rakyat Kalteng memberikan kepercayaan kepada saya dan Bapak Ujang Iskandar sebagai pemimpin Kalteng yang baru, maka kami akan melakukan perubahan di Kalteng. Menjadikan Kalteng maju, masyarakat sejahtera, dan meninggikan harkat martabat Kalteng,” ungkap Ben.
Sebab salah satu misi kami yaitu melindungi, menghargai tentang hak-hak adat dan tanah adat. “Misi ini sudah kami lakukan sejak melayani periode pertama di Kabupaten Kapuas. Saat itu masyarakat selalu bersengketa dengan investor. Kemudian di tahun ke- 3 saya menyelesaikan perselisihan, dan yang saya bela tentunya adalah masyarakat. Kini persoalan tersebut sudah selsai,” tandasnya. www.lintasberita1.com, #PERDI#

