Dari data Kemenkes per Senin (9/8/2021), positivity rate masih 36,34 persen atau jauh di atas standar WHO 5 persen. Sementara angka kematian di hari yang sama sebanyak 1.475 jiwa.
“Pemerintah harus fokus untuk menekan dua indikator tersebut sampai di bawah standar yang berlaku,” tegas Puan lagi.
Puan menambahkan, upaya penekanan positivity rate harus disertai dengan testing, tracing dan treatment (3T) yang semakin masif.
“Kalau 3T tidak masif, nantinya penularan hanya naik turun, tapi tidak melandai. Akibatnya, tidak ada info tepat terkait daerah-daerah yang betul-betul red zone,” ujarnya.
Di samping itu, Puan juga mengingatkan pemerintah untuk terus menggjenjot vaksinasi massal, terutama di luar Jawa yang tingkat vaskinasinya masih rendah. Target vaksinasi harus tecapai dengan pasokan dan distribusi vaksin yang lancar.
“Karena faktanya vaksinasi adalah salah satu cara utama menekan risiko kematian,” ujar Puan.
www.lintasberita1.com *#TIM#*

