Kotawaringin Barat, lintasberita1.com – Sejumlah anggota Koramil 1014-04 bersama anggota Polsek dan juga Camat Kecamatan Arut Utara Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng, bekerjasama monitoring musibah banjir yang berada di Desa Kerabu pada Selasa (23/6) sore. Dengan menggunakan speedboat milik Kodim 1014/PBN dan speedboat milik BPBD Kobar rombongan yang terdiri dari anggota TNI, Polri, Camat beserta jajarannya tiba di lokasi terdampak pada pukul 4 sore.
Sedikitnya 43 rumah warga Desa Kerabu terendam air hingga 1,5 meter. Dari data yang dihimpun awak media melalui Camat Arut Utara, saat ini ada 104 rumah warga yang terkena musibah banjir. Ia menuturkan dari tiga desa tersebut adalah Desa Kerabu sebanyak 43 rumah,
Desa Pandau sebanyak 16 rumah dan desa Sambi 45 rumah.

Naiknya debit air Sungai Arut selama tiga hari terakhir ini karena intensitas curah hujan yang sangat tinggi sehingga luapan air di sungai tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terendam air. Selain tiga desa tersebut, banjir juga mulai naik di pemukiman warga yang berada di Kelurahan Pangkut, Desa Sukaramai dan Desa Gandis. Dalam pantauan awak media bersama Camat Arut Utara, anggota Polsek serta anggota Koramil dengan menggunakan speedboat milik Kodim 1014/Pangkalan Bun sebagian besar warga Desa Kerabu itu sudah mengungsi.
Anggota Koramil 1014-04, Serma Julius mengatakan bahwa setelah mendapatkan informasi tentang musibah banjir dirinya bersama anggota yang lain ditugaskan oleh pimpinan agar mengecek lokasi dengan menggunakan speedboat milik satuannya itu. Bersama unsur Muspika ia berangkat ke Desa Kerabu untuk memastikan informasi tersebut.
“Kami ditugaskan untuk cek lokasi musibah sekaligus memantau rumah warga secara langsung,” ucapnya kepada lintasberita1.com.

Julius juga meminta kepada seluruh warga terkena dampak agar lebih berhati-hati adanya air susulan. Ia berharap warga yang rumahnya terendam air agar segera pindah sementara waktu demi keamanan.
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Kapolsek Arut Utara, Ipda Rahis Fadhillah melalui Wakapolsek Ipda Bob Erwin Rikumahu mengimbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan musibah banjir ini. Mengingat, kata Bob Erwin, cuaca saat ini tidak menentu dan curah hujan yang sangat tinggi.
“Kepada seluruh warga Desa Kerabu dan juga bapak Kepala Desa agar lebih berhati-hati, mengingat saat ini cuaca tidak menentu. Jaga kesehatan dan keselamatan seluruh warga khususnya di Desa Kerabu dan umumnya di semua desa terkena dampak banjir ini,” ujarnya.

Kepala Desa Kerabu, Sulaiman mengatakan jika semua warga yang terdampak banjir diminta segera pindah ke aula desa. Pasalnya, debit air sungai semakin naik karena dari desa Panahan yang merupakan desa ujung Sungai Arut curah hujannya masih tinggi.
“Dari 43 kepala keluarga (KK) sebagian besar sudah mengungsi di aula kantor desa,” jelas Sulaiman kepada awak media.
Pada kesempatan yang sama Camat Arut Utara M.Nursyah Ikhsan saat meninjau lokasi mengatakan akan segera menyampaikan kepada pemerintah daerah atas kondisi yang menimpa warganya. Dirinya juga berpesan kepada seluruh Kepala Desa beserta jajarannya agar selalu memantau debit air dari waktu ke waktu di Sungai Arut serta mengontrol rumah warga yang terkena dampak.
“Semua Kades, khususnya desa-desa yang terkena dampak banjir ini saya meminta agar selalu dipantau setiap saat. Jika debit air sungai naik segeralah mereka dievakuasi di tempat yang lebih aman,” pinta Camat kepada Kades.

Selain memberikan arahan, Camat juga berkeliling ke rumah-rumah warga yang terendam banjir. Ia meminta agar mau pindah sementara waktu di tempat yang lebih aman demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pihak desa sudah menyiapkan tempat yang lebih aman. Jadi bapak ibu yang rumahnya terendam banjir saya meminta agar mau dievakuasi oleh pihak desa. Demi keamanan bersama,” tandasnya. (SM-LB1)

