Sebelumnya, histori perjalanan satu pasien yang dari Desa Umpang inilah yang mendorong Camat beserta jajarannya harus kerja keras. Menurut penjelasan paramedis di Polibun PT Korin Tiga Hutani, pasien yang dinyatakan positif Covid-19 ini beberapa waktu lalu mengantar orang tuanya berobat. Dalam mobil yang ia pakai semuanya ada 4 orang termasuk OTG dan orang tuanya yang sakit tersebut.
Dokter yang manangani saat itu meminta agar si pasien (orang tuanya yang sakit), menyarankan agar dirujuk ke RSUD Pangkalan Bun. Namun anak si pasien justru tidak menerima anjuran itu dan sempat adu mulut dengan petugas medis. Melihat baju yang dikenakan OTG ini menggunakan pakaian ala jamah klaster Goa. Maka dokter pun curiga, hingga setelah mereka pulang Polibun itu akhirnya disemprot disifektar bahkan bantal dan sprai dibuang guna antisipasi penyebaran virus tersebut.
Kabar ini sebelumnya tak muncul, mengingat belum ada kepastian apakah yang bersangkutan itu terhangkit Covid-19 atau kah tidak. Namun seiring berjalannya waktu kekhawatiran oleh tim medis Polibun ternyata menjadi kenyataan. Laki-laki yang mengantar pasien itu dinyatakan positif terjangkit virus corona dengan status orang tanpa gejala (OTG).
Medis menjelaskan, OTG sangatlah lebih berbahaya dibandingkan dengan pasien dalam pengawasan (PDP). Pasalnya, orang yang terjangkit virus ini tidak menyadari karena tidak merasakan sedikitpun ada gejala sakit pada dirinya. Sehingga tanpa sadar mereka juga tidak membatasi dirinya untuk berinteraksi dengan orang lain. Www.lintasberita1.com, #Suhud Mas’ud#

