PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Guna menuntaskan permasalahan pernikahan dini dan menurunkan angka stunting di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), para penyuluh Keluarga Berencana (KB) dituntut untuk dapat bekerja maksimal dan profesional.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalteng, Muhammad Irzal, usai melantik Salmani, Kulsum Persada, dan Wawan Hari Purnomo sebagai penyuluh KB di wilayah Kalteng, Jumat (28/5).

“Para penyuluh kami minta, untuk memiliki intensitas yang tinggi dalam bekerja. Tidak melakukan tindakan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang dapat mencoreng citra BKKBN,” katanya kemarin di Palangka Raya.

Irzal meminta, kepada seluruh penyuluh KB yang bertugas di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai untuk dapat bersinergi bersama tokoh masyarakat, instansi, dan mitra kerja lainnya untuk dapat mensukseskan program-program BKKBN.

Dalam memberikan informasi, sosialisasi, dan pemahaman kepada masyarakat, para penyuluh KB diminta untuk memberikan dapat menerapkan kearifan lokal, agar informasi dan edukasi yang disampaikan dapat diterima masyarakat.

Selain itu, untuk mengatasi permasalah pernikahan dini di wilayah Kalteng, pihak Perwakilan BKKBN Kalteng telah melakukan berbagai upaya seperti mengkolaborasikan Surat Edaran Gubernur tentang penghapusan pernikahan anak dengan program pembangunan keluarga.

“Kita terus lakukan sosialisasi dan edukasi, agar dapat menumbuhkan kesadaran orangtua ataupun remaja untuk melakukan pendewasaan usia perkawinan, sehingga nanti tidak terjadinya stunting,” jelas Irzal.

Ditempat yang sama, Salmani salah satu penyuluh KB yang baru saja dilantik, mengatakan untuk mempercepat pelaksaan program KB, dirinya akan memaksimal program kampung KB di tiga desa yang menjadi binaannya.

www.lintasberita1.com *#RSM#*