PALANGKA RAYA, Lintasberita1.com, – Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Sudarsono mengatakan, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kalteng, maka Pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan guru honorer dan tenaga kontrak (tekon).

“Karena peran guru honorer dan tekon di sekolah merupakan salah satu pendukung peningkatan kualitas pendidikan,” kata Sudarsono, Jumat (1/10/2021).

Dia juga mengatakan dengan banyaknya pengajar berstatus honor di Wilayah Kalteng dan seringnya keterlambatan pembayaran gajinya tentu ini menjadi perhatian khusus. Permasalahan ini didapat dari aspirasi saat ke daerah.

“Dari kunjungan kami ke daerah, nyatanya masih banyak daerah yang kekurangan guru berstatus PNS, kebanyakan tenaga pendidiknya itu honorer. Selain karena kurang tenaga guru PNS, banyaknya aturan dilingkup terkait, membuat sulit pihak sekolah dalam mengelola anggaran sekolah, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” katanya.

Politisi dari fraksi Golkar Kalteng  juga menegaskan, bahwa  tenaga pendidik sangat penting bagi kemajuan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Kalteng. Yang membedakan dengan guru PNS hanyalah besaran hak gaji dan tidak menerima  pensiunan.

Oleh karenanya, anggota komisi II DPRD Kalteng tersebut mengusulkan agar pemerintah dapat memberikan penghargaan atau beasiswa bagi tenaga pendidik honorer tersebut.

“Pemerintah harus memahami betapa pentingnya pendidikan di pedesaan khususnya jasa tenaga pendidik disana. Kalau gaji guru honor saja sering terlambat, atau insentifnya kurang layak dengan kinerja yang dikeluarkan, bisa saja tidak lagi mengajar di desa. Untuk itu kami meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan peningkatan kualitas SDM khususnya dalam RPJMD 2021-2026,” pungkasnya. (tim)