Kotawaringin Barat
Puluhan Muallaf Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kelimantan Tengah menerima bantuan perlengkapan ibadah dari Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Dewi Yani Wahyuti yang diwakilkan kepada Pengurus Muslimat Kobar. Penyerahan secara simbolis itu dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Kadipi Atas, Kecamatan Pangkalan Lada pada hari Jumat (21/8) sore.

Bantuan berupa puluhan mukena, sajadah, sarung, Al- Qur’an dan sembako dari masyarakat itu diserahkan oleh Pengurus Muslimat yang juga anggota Komunitas Mengaji di Rumah oleh Umi Latifah kepada Ketua Mualaf Kobar Muhammad Fauzi.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan barokah buat para Muallaf di Kotawaringin Barat.Mohon ikhlas menerimanya,” ucap Ketua PW Muslimat NTB, saat dihubungi melalui telephon cellulernya, Sabtu (22/8) pagi.

Kegiatan yang dihadiri Rois Syuriyah NU Pangkalan Lada Kiai Salamun ini juga diisi sambutan oleh penggagas bantuan yakni Mar’atus Sholihah. Dalam sambutannya ia menyampaikan permohonan maaf kepada semua yang hadir karena belum bisa ikut terjun langsung di lapangan. Mengingat ia sedang ada kegiatan di Jakarta.

“Tetap berusaha dan bersinergi dengan orang-orang yang peduli untuk membantu sesama yang membutuhkan,” ujar mantan Ketua PAC Fatayat Pangkalan Lada melalui telephon cellulernya.

Sementara ini, sambung dia, komunitasnya akan turut serta dalam memberikan pembinaan kepada para Muallaf Kobar. Maka dirinya membutuhkan dukungan dari semua pihak agar apa yang menjadi cita-cita dalam merangkul para Mualaf bisa terwujud sesuai harapan bersama.

Ketua Mualaf Kobar, Muhammad Fauzi dalam kegiatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur atas kepeduliannya terhadap para Mualaf di Kobar ini. Ia  juga selalu berharap dari puluhan Mualaf yang selama ini mendapatkan pembinaan dari komunitas Mualaf Kobar anggotanya semakin bertambah mengingat para mualaf terbagi di beberapa kecamatan.

“Semakin banyak anggota untuk membina Mualaf ini akan semakin baik. Mengingat para Mualaf berasal dari berbagai kecamatan dengan jarak tempuh 1 hingga 2 jam perjalanan darat,” papar Fauzi.

Ia menjelaskan, Mualaf Kobar secara menyeluruh sudah mendapatkan pembinaan. Baik yang berada di Kota Kabupaten maupun yang berada di Kota Kecamatan. “Dalam prakteknya kita bagi sesuai wilayah masing-masing,” tandasnya.