Dilain sisi, Toeseng selaku Ketua Stering Komite mengatakan bahwa dalam Kongres Masyarakat Dayak Lintas Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimantan Tengah (Kalteng) ini kita akan hadirkan 2 tokoh nasional yang dimana salah satunyan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong dan juga akan di hadiri oleh Kapolda, Danrem, Dewan Adat Daerah (DAD) Kalimantan Tengah.
Toeseng berharap dengan adanya kegiatan Kongres Masyarakat Dayak Lintas Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimantan Tengah (Kalteng) ini yang merupakan salah satu sarana perjuangan Masyarakat Dayak dari dulu sampai sekarang. Sehingga Masyarakat Dayak dapat berjuang untuk menuju eksistensinya.
Dengan ini agar seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal dan mendukung dan mensukseskan Kongres Masyarakat Dayak Lintas Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut.
Diakui dari hasil kongres terdahulu ada beberapa hasil rekomendasi yang belum terealisasi dan melalui kongres nanti sebagai sarana untuk merevitalisasi dan evaluasi mengenai cita-cita dan perjuangan masyarakat Dayak yang belum terealisasi.
Dijelaskan, latar belakang terbentuknya panitia kongres ini yakni napak tilas Tumbang Anoi, dilanjutkan Gerekan Dayak Nasional yang dilaksanakan pada 2019 dan hasupa hasundau yang dilaksanakan 30 Juli 2020 di Hotel Hawai Palangka Raya yang mengamatkan agar dibentuk panitia kongres ini agar bias menjadi wadah aspirasi masyarakat adat

