Lebih lanjut, Letkol Abdul Salim mengungkapkan, kegiatan latihan tersebut meliputi tiga sesi materi yakni latihan formasi, latihan penindakan massa, dan latihan penyelamatan korban. Diharapkan, prajurit TNI AD bisa mengamankan situasi bila terjadinya kerusuhan.
“Kegiatan latihan dilaksanakan dengan materi, sikap dasar PHH, membentuk formasi bersyaf, paruh lembing, teknik dorongan serta teknik dorongan dengan sabetan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanakan materi perubahan formasi,” ujar Kasdim.
Dia menjelaskan, untuk lebih memantapkan gerakan, formasi dan perubahan formasi maka gerakan latihan tersebut dilaksanakan secata berulang-ulang hingga seluruh anggota benar-benar mengerti dan paham.
“Tentunya latihan PHH ini dilakukan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut mulai dengan hubungan regu sampai dengan hubungan peleton,” kata Kasdim Letkol Abdul Salim.
Kasdim mengatakan, selama kegiatan diberikan materi langsung terkait persiapan penanganan aksi unjuk rasa apabila massa melakukan tindakan anarkistis.
“Berlatih bagaimana mengambil langkah-langkah awal sebagai bentuk pencegahan dan tindakan tegas yang terukur sesuai dengan hukum dan prosedur,” ucap dia.
Anggota Kodim 1016/Palangka Raya juga diminta dapat menciptakan sinergitas yang baik dengan seluruh aparat keamanan yang ada di wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas dalam menangani setiap potensi konflik yang dimungkinkan terjadi.

