Selain memastikan perangkat beroperasi dengan baik, DLH diharapkan memperkuat pemantauan lingkungan dan menyampaikan perkembangan kualitas udara secara berkala. Dengan informasi yang jelas dan mudah diakses, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas serta melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Khemal berharap kesiapan sistem pemantauan kualitas udara menjadi bagian dari upaya menghadapi musim karhutla di Palangka Raya. Ia menilai, informasi yang akurat dan tepat waktu dibutuhkan agar pemerintah maupun masyarakat dapat merespons potensi kabut asap secara lebih terukur. *#TIM#* www.lintasberita1.com