PALANGKA RAYA, Lintasberita1 – Kongres I Masyarakat Dayak Lintas Daerah Aliran Sungai Kalteng Tahun 2020, resmi dimulai. Secara khusus Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran hadir membuka acara yang diselenggarakan di Gedung Indoor Sport Center, Jalan Tjilik Riwut Km. 5, Kota Palangka Raya, Kamis (17/9/2020) malam.

Ketua Panitia Ducun Helduk Umar kepada awak media mengatakan bahwa, jangan salah paham dengan organisasi Dayak.

“Jangan salah paham dengan kami, kami tidak memusuhi memusuhi perusahaan-perusahaan yang ada di Kalteng, justru kami ingin mendekatkan mereka untuk berpartner atau bekerjasama dengan masyarakat. Jangan malah nanti tikus mati di lumbung padi,” jelasnya.

Mereka berusaha dengan baik kita lindungi mereka, tapi mereka juga harus melindungi masyarakat, itu yang kita harapkan.

Kewajiban-kewajiban perusahaan harus dilakukan, tidak bisa 100 persen bisa 50 persen, tidak bisa 50 persen bisa 25 persen, kan begitu. Sehingga masyarakat ini merasa terayomi, terlindungi.

“Dan saat ini masih banyak perusahaan-persuahaan seperti perkebunan, pertambangan yang tidak memperdulikan kehidupan masyarakat sekitarnya, sehingga masyarakat sangat sulit mencari nafkah untuk keluarganya,” tandasnya.

Jadi, jangan dikira organisasi-organisasi Dayak dibentuk karena ingin berkelahi dengan perusahaan, tidak. Sebetulnya budaya berkelahi orang Dayak yang dulu sudah ditinggalkan. “Jangan salah paham,” pungkasnya. www.lintasberita1.com, #PERDI#