“Dampak dari pandemi Covid-19 bagi ekonomi warga jelas terasa. Maka dengan adanya pekerjaan ini mereka sangat terbantu,” terang Heriyanto.

Menyinggung pembangunan pada tahap selanjutnya ia menyampaikan semua akan dikerjakan masyarakat dengan swakelola agar sesuai arahan dari pemerintah pusat. Sedangkan monitoring dari Pemdes, TPK, Pendamping Desa, Karang Taruna dan tokoh masyarakat dilakukan secara continew.

“Selalu kami kawal dan kami kontrol setiap waktu agar hasilnya sesuai perencanaan. Karena semua bangunan yang ada di Desa Nanga Mua manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat itu sendiri,” lanjut dia.

Seperti diketahui, banjir yang menerjang jalan poros desa setiap tahunnya menjadikan Pemerintah Desa (Pemdes) Nanga Mua mengambil langkah dengan membangun siring pondasi sepanjang 176 meter kanan kiri jalan dengan ketinggian 130 meter. Pembangunan swakelola yang bersumber dari dana silfa tahun 2020 ini juga dianggap sebagai langkah partisipatif antara Pemdes dan masyarakat.

Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 banyak yang kehilangan pekerjaanya sehingga adanya pekerjaan swakelola bisa menjadi jalan alternatif agar perekonomian warga tetap berjalan.

“Yang melaksanakan adalah warga Nanga Mua dan dari beberapa RT biar merata,” tandas Maryoto warga yang turut bekerja dalam pembangunan siring tersebut.