Ungkapan senada juga disampaikan warga Kelurahan Pangkut yang berada di Camp Siba PT SINP-PBNA, Mastinasari, ia mengatakan Busnya masih kalah bagus dibanding milik perusahaan sawit ia bekerja. Kendati demikian, ia merasa senang dan terbantu adanya Bus perintis yang merupakan milik BUMN ini.

“Dilain sisi senang karena murah, namun disisi lain juga Busnya harus diganti dengan yang lebih bagus,” ungkap Mastinasari.

Sementara itu, Driver Damri Rendra Saputra mengatakan jika Bus yang ia operasikan itu tahun 2012. Menurutnya, Bus tersebut masih memang ACnya tidak ada.

“Usia Bus ini tergolong sedang, namun AC-nya tidak ada. Maka saya kasihan jika jalanan berdebu. Saya saja selalu pakai masker karena debu,” ucapnya.

Pada waktu terpisah, Jatis (52) warga Desa Panahan yang merupakan penumpang langganan Bus Damri berharap kepada pemerintah agar kendaraan ini diganti dengan yang lebih layak dan juga ada AC-nya. Karena, lanjut dia, seringkali dirinya menahan nafas jika di jalan PT Korintiga Hutani.

“Hampir sesak nafas jika di jalan Korindo (Korintiga Hutani). Debunya luar biasa dan masuk di dalam mobil,” tandasnya kepada lintasberita1.com pada saat menggunakan Bus itu, Jumat sore (14/2). #Suhud Mas’ud