“Pemain profesional bisa menjadi contoh bagi anak-anak kita. Mereka akan lebih bersemangat berlatih karena melihat ada jalan untuk menjadi pesepak bola profesional,” tambahnya.
Meski demikian, menurut Sigit, peluang tersebut perlu diimbangi dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Ia mendorong sekolah-sekolah, terutama pada jenjang SMP, untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga serta memperbanyak kompetisi internal guna menjaring pemain potensial.
“Kualitas pembinaan harus terus ditingkatkan. Sekolah dan berbagai pihak harus ikut berperan agar nantinya semakin banyak pemain lokal yang bisa mengisi skuad Isen Mulang FC,” tegasnya.
Ia menjelaskan, peluang bagi pemain muda Kalteng juga terbuka melalui keikutsertaan kelompok usia Isen Mulang FC dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA), yakni U-15, U-18, dan U-20, selain tim senior.
“Artinya ada empat tim yang akan berkompetisi. Ini kesempatan besar bagi pemain-pemain muda Kalimantan Tengah untuk menunjukkan kemampuan mereka dan bersaing di level nasional,” katanya.
Sigit berharap keterlibatan klub, sekolah, dan pihak terkait dapat memperkuat pembinaan sepak bola di Kalteng. Dengan kompetisi berjenjang dan pengembangan pemain yang konsisten, talenta lokal diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang hingga tingkat profesional. *#TIM#* www.lintasberita1.com

