“Sering saya sampaikan, stunting itu bukan karena status ekonominya, bahkan orang kaya sekalipun bisa mengidap stunting. Itu dikarenakan kekurangan edukasi kesehatan,” tambahnya.

Ivo juga menghimbau supaya masyarakat ini rajin ke posyandu, dan jika bisa Bupati dan Ibu Bupati menjadi Bapa asuh dan Ibu asuh di daerahnya masing masing, sehingga stunting ini dapat diatasi dengan baik. Dengan begitu, pasti akan tercipta sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

Terimakasih juga kepada Gubernur Kalteng yang telah mendukung kegiatan Jambore Kader PKK, dari tempat, dana, dan lainnya, sehingga dapat terlaksana dengan lancar.

Di tempat yang sama, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dalam sambutannya, pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan Jambore Kader PKK 2019. “Semoga banyak manfaat yang bisa didapatkan dalam kegiatan ini, serta dapat menguatkan solidaritas antar PKK baik dari Provinsi, Kabupaten, hingga Kecamatan dan Desa,” harapnya.

Sugianto mengingatkan, ada tiga pon yang harus dipegang teguh oleh para kader PKK, yakni kesehatan, kecerdasan dan pintar mengatur ekonomi. Dengan begitu, untuk mewujudkan menuju Kalteng Berkah dapat tercapai.

“Pemerintah tidak mungkin mencapai target tanpa bantuan bupati dan istri yang menjadi ketua PKK di daerah masing-masing, ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur membuka kegiatan Jambore Kader PKK 2019, yang kemudian dilanjutkan dengan melepaskan balon ke udara.