“Paham radikal ini sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun, seperti perbuatan terorisme,” katanya.

Ia berharap tokoh agama lebih berperan memberikan pembinaan kepada masyarakat agar terhindar dari kegiatan yang dapat memecah belah keutuhan dan kerukunan umat beragama.

Lanjutnya, Masyarakat di Kota Palangka Raya masih menjunjung tinggi nilai kerukunan antar umat beragama, sehingga dianggap tidak ada potensi berkembangnya paham radikalisme.

Meski demikian, dia mengaku masyarakat tak boleh teledor, tetapi selalu bisa waspada dan berupaya menghindari paham radikalisme.

Sementara itu salah seorang peserta atas nama Soenaryo memberikan respon positif dengan kegiatan ini, “Kerukunan umat beragama di Palangka Raya yang sudah terjalin dengan baik harus tetap dipertahankan, diharapkan peran TNI, Toga dan Tomas serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI tercinta ini.” Tutupnya.

(Pendim 1016/Plk)

www.lintasberita1.com *#RSM#*