“Perlu ada penjelasan mengenai berapa besar anggaran yang benar-benar dialokasikan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan karhutla, karena persoalan ini menjadi isu yang sangat penting bagi masyarakat,” tegas Syaufwan.
Ia menjelaskan, keterlibatan sektor swasta perlu diwujudkan melalui dukungan nyata berupa penyediaan sarana dan prasarana, personel, serta bantuan operasional untuk kegiatan pencegahan maupun pemadaman kebakaran di lapangan.
“Perusahaan-perusahaan swasta perlu ikut mengambil peran dan tanggung jawab sosial dalam mendukung upaya penanganan karhutla, baik melalui penyediaan sarana, personel maupun dukungan operasional di lapangan,” katanya.
Fraksi PAN menilai pola kolaborasi yang jelas dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan swasta, dan masyarakat diperlukan agar penanganan kebakaran dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Selain mendorong partisipasi perusahaan, Fraksi PAN juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih kepada kelompok pemadam kebakaran swadaya dan relawan masyarakat yang selama ini turut membantu penanganan karhutla di berbagai lokasi.
“Relawan dan kelompok pemadam kebakaran swadaya merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla. Dukungan terhadap mereka perlu diperkuat agar kapasitas penanganan di lapangan semakin optimal,” ungkap Syaufwan.

