Politikus tersebut juga mendukung langkah Satlantas Polresta Palangka Raya yang melibatkan orang tua dan pihak sekolah dalam penanganan pelajar yang terjaring razia balap liar.

Menurutnya, penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan pendekatan edukatif agar para remaja memahami risiko serta konsekuensi dari tindakan mereka. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran untuk tertib berlalu lintas.

Selain itu, Syaufwan meminta Pemerintah Kota Palangka Raya bersama aparat terkait menyediakan lebih banyak wadah kegiatan positif bagi kalangan remaja. Kegiatan olahraga, pengembangan bakat, dan aktivitas kreatif dinilai dapat menjadi alternatif bagi generasi muda agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan, khususnya pada malam hari.

“Kita tentu tidak ingin anak-anak ini justru terlibat kecelakaan, narkoba, ataupun tindak kriminal lainnya. Jadi perlu perhatian bersama, baik dari keluarga, sekolah, pemerintah maupun aparat keamanan,” pungkasnya.

Ia berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, keluarga, dan sekolah dapat diperkuat sehingga aksi balap liar di Kota Palangka Raya dapat ditekan dan keselamatan masyarakat di jalan raya semakin terjaga. *#TIM#* www.lintasberita1.com