
PALANGKA RAYA, Lintasberita1 – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Apresiasi Bina Keluarga Remaja Unggulan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020, di Ballroom Luansa, Senin (09/11/2020) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Adpin BKKBN Republik Indonesia (RI), H. Nofrijal, SP., MA, beserta rombongan, dan para peserta kegiatan Apresiasi Bina Keluarga Remaja Unggulan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Mhd. Irzal, SE., ME, dalam sambutannya mengatakan, remaja merupakan salah satu prioritas Nasional untuk meningkatkan edukasi kesehatan. Remaja adalah salah satu ujung tombak program kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR), dan kegiatannya secara khusus menyasar keluarga yang memiliki remaja.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Irzal berharap dapat mendapat menambahkan tingkat pengetahuan, tingkat kompetensi kelompok BKR, berupa informasi informasi terbaru yang dapat diterapkan dalam memberikan penyuluhan.
“Diinformasikan bahwa Kalimantan Tengah setidaknya ada 377 kelompok BKR dibawah BKKBN,” ungkap Irzal.
Sementara itu, Deputi Adpin BKKBN Republik Indonesia (RI), H. Nofrijal, SP., MA, sebelum membuka secara resmi acara, juga mengatakan, program pembangunan keluarga atau keluarga berencana di masa depan, sangat tergantung pada remaja yang dibina pada saat ini. Hal itu karena jumlah remaja sangat besar, kita ambil di ibu kota negara itu jumlahnya antara 30% sampai 32% dari 100 penduduk orang dewasa.

“Makanya remaja menjadi perhatian yang kuat, agar mereka ini benar-benar ditangani dengan sebaiknya, agar tidak sampai menyimpang kejalur pergaulan yang salah, seperti penggunaan Narkotika,” tandasnya.
Zaman sudah sangat berubah, pada tahu 70-an yang menjadi idola pertama anak-anak remaja adalah ibu-bapaknya, tapi sekarang hasil penelitian itu jatuh ke ranking 4 sampai 5. Sekarang yang diidolakannya pertama adalah temannya baru di bawahnya ada artis, tokoh politik, dan ibu-bapaknya.
Tapi kita tidak bisa melawan zaman, kita hanya bisa mencari ikatan apa yang paling cocok maka BKKBN mendapatkan suatu kesimpulan bahwa pada katanya harus dua pendekatan melalui ibu pengasuhnya dan peningkatan melalui dirinya sendiri.
Melalui kegiatan seperti ini pula, dengan memberikan penghargaan kepada pengurus BKR diharapkan bisa meningkatkan motivasinya dalam membina remaja yang berada dalam lingkungan keluarganya.
“Sehingga revolusi mental remaja dapat terbentuk untuk menghindari pergaulan menyimpang, menikah di usia dini, dan memahami konsep reproduksi remaja,” pungkasnya. www.lintasberita1.com, #PERDI#

