”Agar upaya pencegahan diprioritaskan dengan infrastruktur pemantauan serta pengawasan dapat diakses sampai tingkat bawah, dengan upaya mencari solusi yang permanen untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan ini untuk tahun-tahun mendatang,” ujar Dandim.
Dikatakan juga, TNI dan Polri yang berada di wilayah Kelurahan yaitu Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta RT dan RW agar berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan. Melalui upaya pemberian edukasi yang terus menerus kepada masyarakat, perusahaan, korporasi, terutama di daerah dengan kecenderungan peningkatan hotspot.
“Ini merupakan kerangka konseptual dari berbagai elemen yang dianggap dapat mengurangi kerentanan dan risiko bencana dalam suatu komunitas, untuk mencegah (preventif) dan mengurangi (mitigasi) dampak yang tidak diinginkan dari ancaman, dalam konteks yang luas dari pembangunan berkelanjutan di Kota Palangka Raya,” pukas Dandim.
Kegiatan di akhiri dengan pengecekan kesiapan pasukan dan peralatan untuk kesiapan penanganan karhutla oleh Walikota Palangka Raya di dampingi Wakil Walikota, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Dandim 1016 Palangka Raya, Kapolresta, Kepala BPBD Kota serta unsur pejabat terkait lainnya.
(Pendim 1016/Plk)
www.lintasberita1.com *#RSM#*

