PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera memperkuat langkah antisipasi banjir menyusul tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, kondisi cuaca tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama di kawasan yang selama ini rawan terdampak banjir. Langkah pencegahan dan mitigasi dinilai penting dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko kerugian serta melindungi keselamatan masyarakat.
“Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu segera mengambil langkah pencegahan banjir, terutama di kawasan yang selama ini rawan terdampak. Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Khemal, Sabtu (16/5/2026).
Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir apabila kapasitas saluran drainase tidak mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah diperlukan agar potensi dampak banjir dapat ditekan.
“Pencegahan harus dilakukan secepat mungkin agar dampaknya tidak meluas dan tidak merugikan warga. Jangan sampai kita terlambat mengambil tindakan,” tegasnya.
Khemal juga mendorong peningkatan pemeliharaan infrastruktur pengendali air, di antaranya melalui pembersihan drainase, normalisasi saluran air, serta pemantauan debit air di wilayah yang berpotensi mengalami genangan.
Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan secara berkala, bukan hanya ketika curah hujan meningkat. Dengan demikian, sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal dalam mengalirkan air hujan.
Selain mengandalkan upaya pemerintah, Khemal mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke drainase dan saluran air yang berisiko mengalami penyumbatan.
“Masyarakat juga kami imbau untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke drainase atau saluran air yang bisa memicu penyumbatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem harus didukung koordinasi yang baik antarinstansi. Pemerintah juga perlu memastikan kesiapan personel dan peralatan penanganan bencana agar dapat segera dikerahkan apabila banjir terjadi.
“Jangan menunggu banjir besar baru bergerak. Dengan langkah cepat dan kerja sama semua pihak, kita berharap dampak banjir di Palangka Raya bisa diminimalkan,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

