Selain itu, akses jalan menuju desa-desa terputus oleh banjir baik ke desa Sambi, Sungai Dau, dan desa-desa di bantaran Sungai Arut. Dalam pantauan, untuk menuju Desa Sambi sedikitnya ada 12 titik di jalan negara dengan ketinggian air 1 hingga 1.5 meter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini, namun kerugian harta benda diperkirakan cukup besar.

Komandan Rayon Distrik Militer (Danramil) Arut Utara, Kapten Czi Yunus menyampaikan melalui anggotanya (Babinsa) pihaknya akan terus memantau setiap desa. Bahkan dengan menggunakan Speed Bot milik Kodim 1014/Pbn dirinya terjun langsung memantau titik-titik kerawanan di setiap desa yang berada di bantara Sungai Arut.

“Hari ini kita naik malaui jalur sungai menggunakan speed boat. Tujuannya memantau dan memberikan imbauan kepada warga agar mulai mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu debit air naik dan menggenangi rumahnya,” tandasnya. (SM-LB1). www.lintasberita1.com