Sebelumnya, Mahdi dan warga lainnya bersikukuh untuk menempati rumahnya meski mereka tidur dengan membuat loteng seadanya di dalam rumahnya. Namun karena rayuan Wabup Kobar yang dibantu Camat, Kapoksek dan Danramil akhirnya warga pun mau dievakuasi karena sadar akan keselamatan dirinya dan keluarganya.

Terpisah, pada kunjungan kedua di Desa Gandis, Camat Arut Utara, M.Nursyah Ikhsan menyampaikan pendampingannya kali ini bertujuan memantau dan  menyalurkan bantuan dari Ibu Bupati dan Wakil Bupati kepada warga terdampak. Bantuan berupa beras, mie dan telur tersebut diberikan secara simbolis.

“Saat ini dari 6 desa dan 1 keluarahan yang terdampak. Dan paling parah adalah Desa Kerabu dan Gandis. Sekitar 150 KK rumahnya terendam air setelah  1 minggu hujan berturut-turut, debit air Sungai Arut naik dan merendam rumah warga,” jelas Ikhsan kepada sejumlah awak media.

Sementara itu, sebagai tokoh Arutara yang dituakan, Yoner Gandis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Kobar. Menurutnya, melalui Ibu Bupati dan Wakil Bupati sudahlah tepat, mengingat masyatakat Arut Utara merupakan bagian dari Kabupaten Kobar yang paling ujung dengan jangkauan akses jalan yang paling sulit.

“Terima kasih atas semuanya. Terima kasih kepada Ibu Bupati dan Pak Wakil bersama seluruh jajarannya. Juga Pak Camat, Pak Danramil dan Pak Kapolsek juga Pak Rais Korintiga Hutani yang telah peduli kepada kami warga Gandis. Semoga banjir segera surut dan warga bisa aktifitas seperti sebelumnya,” ucap Yoner disela-sela membantu warga lainnya.