PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Sektor pelayaran adalah salah satu lini yang kini menjadi fokus perhatian Gubernur Kalteng. Tidak hanya sebagai wadah dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga untuk menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di aliran sungai, yang notabennya saat ini orang lebih suka lewat jalur darat.
“Padahal jika aliran sungai yang ada di Kalteng di optimalkan sepenuhnya, truk-truk pengangkut barang mungkin akan berkurang karena beralih menggunakan kapal, yang mana biaya angkutnya lebih murah,” tutur Yulindra Dedy, S.STP., M.Si, kepada Lintasberita1.com saat ditemui di kantor Dinas Perhubungan Prov. Kalteng, Senin (27/07/2020) sore.
Oleh karena itu, Dedy mengungkapkan bahwa sektor Pelayaran menjadi perhatian pemerintah Prov. Kalteng untuk meningkstkan PAD, khususnya Objek Retribusi. “Hal tersebut sudah tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Retribusi Jasa Usaha, dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Tengah,” jelasnya.

“Objek retribusi pelayaran tersebut antara lain; Jasa tambat Kapal, Jasa Alur sungai, dan Pemanduan,” tambah Dedy.
Sebelumnya, mengenai hal ini sudah kami bahas dalam rapatkan yang dilaksanakan pada hari Jumat (24/07/2020) lalu, bertempat di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Prov. Kalteng. Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sampit dan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Rangga Ilung.

