PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – DPRD Kota Palangka Raya menyepakati Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sekaligus menyetujui penambahan alokasi anggaran bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengatakan anggaran BPBD mengalami kenaikan dari Rp7,3 miliar menjadi Rp10,1 miliar. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan upaya penanggulangan bencana di wilayah setempat.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya, Kamis (17/9/2026).
Subandi menjelaskan, secara keseluruhan, APBD Perubahan 2026 mengalami peningkatan dibandingkan APBD murni. Setelah melalui pembahasan bersama, anggaran daerah disebut meningkat sekitar Rp28 miliar, dengan nilai perubahan mencapai Rp1,226 triliun.
“Setelah melalui pembahasan di perubahan ini menjadi Rp1,226 triliun sekian atau naik sekitar Rp28 miliar dibandingkan APBD murni,” katanya.
Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palangka Raya juga mengalami peningkatan. Jika dalam APBD murni 2026 ditargetkan sekitar Rp359 miliar, pada APBD Perubahan target tersebut naik menjadi sekitar Rp375,7 miliar atau bertambah lebih dari Rp16 miliar.
“Intinya dalam proses pembahasan ini, baik itu pendapatan daerah maupun PAD mengalami kenaikan,” ujarnya.
Dari sisi belanja, anggaran daerah juga mengalami penyesuaian. Belanja yang sebelumnya sekitar Rp1,2 triliun dalam APBD murni meningkat menjadi sekitar Rp1,279 triliun pada APBD Perubahan 2026, atau bertambah sekitar Rp52 miliar.
Menurut Subandi, tambahan anggaran tersebut dialokasikan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung peningkatan pelayanan publik serta pelaksanaan program prioritas pemerintah kota.
“Kenaikan-kenaikan itu adalah dalam rangka pelayanan publik dan mendukung program prioritas Pak Wali Kota,” ucapnya.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dalam APBD Perubahan 2026 adalah penanganan karhutla. Kenaikan anggaran BPBD dari Rp7,3 miliar menjadi Rp10,1 miliar diharapkan dapat menunjang kesiapan personel, operasional penanganan bencana, serta upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya.
Dengan penyesuaian anggaran tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi risiko bencana selama musim kemarau. *#TIM#* www.lintasberita1.com

