PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Perpanjangan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kota Palangka Raya dinilai berpotensi menambah beban orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif Norkim, yang meminta Dinas Pendidikan menghadirkan inovasi agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif.

Arif menyampaikan hal tersebut pada Minggu (11/10/2026). Menurutnya, pelaksanaan PJJ memiliki kelebihan dan kekurangan, terutama bagi peserta didik tingkat sekolah dasar (SD) yang masih membutuhkan pendampingan intensif dalam memahami materi pelajaran.

Ia menjelaskan, kemampuan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh berbeda-beda. Siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dinilai cenderung lebih mampu memahami materi secara mandiri dibandingkan anak-anak usia SD yang masih memerlukan bimbingan lebih intensif.

“Kemampuan anak dalam memahami materi pembelajaran selama PJJ berbeda-beda. Peserta didik tingkat SMP mungkin lebih mampu memahami materi secara mandiri dibandingkan anak-anak usia SD. Karena itu, diperlukan perhatian khusus agar proses pembelajaran jarak jauh tetap berjalan efektif bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.

Arif menambahkan, siswa SD umumnya masih mengalami kesulitan memahami pelajaran tanpa pendampingan langsung dari guru. Akibatnya, orang tua harus meluangkan lebih banyak waktu untuk membantu anak mengikuti kegiatan belajar di rumah.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua yang memiliki kesibukan pekerjaan. Mereka harus membagi waktu antara memenuhi tanggung jawab pekerjaan dan memastikan anak tetap mendapatkan pendampingan selama proses pembelajaran berlangsung.

Meski demikian, Arif mengakui PJJ juga memiliki sisi positif, salah satunya memberikan kesempatan bagi anak untuk beristirahat di rumah. Namun, ia mengingatkan bahwa pembelajaran dari rumah belum tentu dapat diterima secara maksimal oleh seluruh peserta didik. 

Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menyusun inovasi dan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa, khususnya anak usia SD. Dengan begitu, kualitas pembelajaran tetap terjaga meskipun kegiatan belajar mengajar belum dapat dilaksanakan secara langsung di sekolah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan pihaknya memahami keinginan banyak orang tua agar anak-anak dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Meski demikian, ia meminta masyarakat bersabar karena keputusan mengenai perubahan kebijakan PJJ masih mempertimbangkan kondisi berdasarkan indikator pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Jayani, kebijakan pembelajaran belum dapat diubah sebelum indikator yang menjadi acuan menunjukkan kondisi yang memungkinkan untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara langsung.

Apabila kondisi telah memungkinkan dan kebijakan PJJ dihentikan, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan penyesuaian waktu masuk sekolah menjadi pukul 08.00 WIB.

“Apabila kondisi telah memungkinkan dan kebijakan PJJ diturunkan, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan penyesuaian waktu masuk sekolah, yakni pukul 08.00 WIB,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya akan terus memantau perkembangan kondisi sebelum menentukan kebijakan selanjutnya. Keputusan tersebut diharapkan dapat mempertimbangkan keselamatan peserta didik sekaligus memastikan kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi. *#TIM#* www.lintasberita1.com