
Kotawaringin Barat, lintasberita1.com – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) “Mambaul Hasan” Desa Sungai Tendang Kumai Pangkalan Bun, Habib Abdurrahman Al-Qodri dalam ceramahnya mengajak kepada jamaah agar meneladani Nabi Muhammad SAW dengan diawali untuk keluarganya sendiri.
Ajakan itu disampaikan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Bocah Demak (Bodem) di Masjid Miftahul Huda Jl.Kawitan 1 Sidorejo Arut Selatan Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, Sabtu (1/10) malam. “Meneladani Rosululloh terutama dipraktekkan untuk keluarga kita sendiri,” tukas Habib.
Untuk mengukur keteladanan seseorang, sambungnya, terhadap baginda Rosululloh SAW di antaranya mempraktekkan untuk keluarganya dahulu. Jika keluarganya baik maka ia akan baik pula, namun jika keluarganya kurang baik artinya ia belum mampu memberikan contoh yang baik kepada keluarganya.
Dikatakannya, dalam meneladani Nabi Muhammad SAW harus mengenal dahulu. Cara mengenal Rasululloh harus melalui para Kiai, Ustadz atau guru.
“Kita ini mengadakan peringatan maulid nabi setiap tahun tapi belum mengenal tauladan Nabi. Maka hal ini harus benar-benar kita pelajari, agar kita bisa mengamalkannya,” timpalnya.
Selain itu, dalam era digitalisasi ini Habib mengingatkan pentingnya memberikan pengetahuan dan pengawasan terhadap anak-anaknya. Hal itu ia sampaikan karena saat ini banyak remaja lebih mencintai hendpone dibandingkan dengan pengetahun beragama, apalagi Al-Qur’an.

