Gubernur Sugianto juga menyebutkan di hadapan Mendagri, bahwa dalam rangka persiapan Pilkada Serentak Tahun 2020, terdapat beberapa kendala yang dihadapi.
Gubernur memaparkan bahwa pertama, kondisi geografis Provinsi Kalteng luas disertai penduduk yang terpencar dan beberapa daerah masih belum terjangkau infrastruktur yang memadai. Kedua, Kalteng termasuk daerah yang berisiko tinggi dalam persebaran Covid-19, sehingga pelaksanaan Pilkada tahun 2020 sangat harus memperhatikan protokol kesehatan. Ketiga, terdapat wilayah yang masuk blankspot area yang dapat menjadi kendala dalam penyampaian informasi secara cepat dan tepat.
Selanjutnya disebutkannya lagi, kendala keempat merupakan angka partisipasi pemilih dikhawatirkan dapat menurun yang selain karena situasi dan kondisi Covid-19, hal ini juga disebabkan kurangnya sosialisasi secara langsung karena keterbatasan masyarakat yang dapat mengakses internet serta keadaan daerah yang belum terjangkau jaringan.
Kelima, pelaksanaan Pilkada pada bulan Desember 2020 dihadapkan pada situasi rawan bencana kabut asap, kebakaran hutan, dan lahan.
Keenam, kondisi masyarakat yang beraneka ragam dikhawatirkan mudah terprovokasi isu sara, hoax, maupun ujaran kebencian. Terakhir ketujuh, adalah data pemilih yang masih belum valid dan akurat.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian mengharapkan supaya Pilkada Serentak Tahun 2020 dapat menjadi momentum untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 di antara masyarakat. Untuk itu, kunci utamanya adalah bagaimana mengendalikan masyarakat supaya tidak saling menulari.

