Dengan melaksanakan praktik ini, bank dan lembaga keuangan tidak hanya berfokus pada keuntungan semata tapi juga pada bumi dan manusia.

Konsep keuangan berkelanjutan mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan aliran modal ke proyek dan sektor hijau, ramah iklim dan inklusif serta membantu lembaga keuangan mengintegrasikan tujuan iklim dan risiko jangka panjang terkait iklim ke dalam manajemen portofolio mereka.

Perbedaan dengan CSR
Salah satu hal yang perlu ditekankan dalam konsep keuangan berkelanjutan adalah perbedaannya dengan konsep tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR).

Dalam pelaksanaan CSR, entitas bisnis lebih banyak mengambil peran sebagai filantropis dan bersifat voluntary dan sebagian besar karena ingin membalas budi kepada lingkungan dan komunitas, terlepas dari pertanyaan apakah model bisnisnya sesuai dengan etika bisnis atau tidak.

Sebagai contoh, suatu perusahaan perkebunan memperoleh keuntungan dengan praktik-praktik yang tidak berkelanjutan misalnya dengan merusak ekosistem hewan dan tanaman langka dan kemudian menggunakan keuntungannya untuk disalurkan dalam program CSR.

Namun sebaliknya, dalam praktik yang diusung oleh keuangan berkelanjutan, model bisnis yang digunakan dalam mencari keuntungan harus selaras dengan prinsip-prinsip berkelanjutan.