Palangka raya. lintasberita1.com – Perbankan dapat menjadi penggerak utama perekonomian nasional yang melemah akibat pandemi CoVID-19. Pertimbangannya karena mempunyai aset keuangan paling besar dibanding aset keuangan non perbankan dan penerimaan pajak, kata Dr. Rofikoh Rokim.
Statistik Sistem Keuangan Indonesia edisi Januari 2021 memaparkan, 77,90% aset keuangan di sistem keuangan Indonesia berada di industri perbankan, sedangkan 22,90% sisanya berada di industri keuangan non bank seperti pasar modal, asuransi, dana pensiun, dan lainnya.
Artinya, perbankan memegang peranan yang sangat penting dalam perputaran aset keuangan di Indonesia. Perbankan dapat menjadi katalis untuk menggerakkan perekonomian yang berkelanjutan melalui praktik sustainable finance atau keuangan berkelanjutan.
Dr. Rofikoh Rokhim mengutarakan hal tersebut dalam orasi ilmiahnya berjudul Perbankan dan Keuangan Sosial: Aspek Berkelanjutan untuk Kesejahteraan. Orasi disampaikan pada upacara pengukuhannya sebagai guru besar tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok 13 Maret 2021.
Ditambahkannya, keuangan berkelanjutan mengacu pada segala bentuk layanan keuangan yang mengintegrasikan kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam keputusan bisnis atau investasi untuk keuntungan jangka panjang bagi klien dan masyarakat luas.

