“Kita harus kendalikan Bandara kita. Bandara menjadi 1 pintu. Kita putus Pangkalan Bun-Semarang, Pangkalan Bun-Surabaya, yang ada hanya Bandara Tjilik Riwut,” jelas Gubernur.


“Kita tak perlu khawatir. Saya yakinkan bersama Forkopimda Kabupaten/Kota, Covid bisa kita kendalikan. Kita tidak ingin laporan dimanipulasi. Tapi, bagaimana kita bekerja keras untuk menangani Covid,” imbuhnya.


Terkait keterbatasan anggaran dan kapasitas rumah sakit yang juga memiliki batas maksimal, Gubernur menegaskan kembali akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, antara lain dengan mengurangi kerumunan, di samping tentunya menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

“Mau tak mau kita harus ada ketegasan yang tidak bisa tawar-menawar. Misalnya, kita minta Wali Kota memastikan jam UMKM,” ucap Gubernur yang menjelaskan bahwa upaya ini mungkin dilakukan dalam rangka mengurangi potensi kerumunan oleh masyarakat di sekitar lokasi.


“Inilah perlu kita berikan kesadaran karena kita sayang. Kalau kita membiarkan, kita tidak sayang lagi pada masyarakat, ini tidak boleh. Nah, itulah yang saya sampaikan pada Bupati/Wali Kota,” pungkas Gubernur Sugianto Sabran.

www.lintasberita1.com *#TIM#*