PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Smart Environment sebagai visi misi Walikota Palangka Raya Fairid – Umi, merupakan strategi yang tepat dalam upaya menyelaraskan pembangunan ekonomi, manusia dan lingkungan. Karena Lingkungan hidup yang baik dan lestari merupakan modal dasar dalam pembangunan Kota Palangka Raya.
Lingkungan yang baik adalah kualitas lingkungan hidup yang terjaga. Salah satu yang harus dijaga adalah kualitas Air Sungai Kahayan sebagai tumpuan nadi perekonomian masyarakat kota Palangka Raya terutama penduduk di tepian sungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Senin (18/08/2020), kepada lintasberita1.com mengatakan, bahwa pemantauan kualitas air sungai Kahayan merupakan salah satu kegiatan DLH dalam upaya melihat kelayakan air sungai bagi kebutuhan masyarakat. DLH selalu melakukan pemantauan kualitas air sungai Kahayan minimal dua kali dalam setahun melalui pengujian oleh UPT. Laboratorium Lingkungan DLH.
“Kita rutin melakukan pemantauan air sungai, dan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat. Saat ini DLH sudah punya laboratorium sendiri yang menguji kualitas air, kapasitas kita mampu dan laboratorium kita arahkan agar tahun ini bisa mendaftarkan pengajuan akreditasi ke KAN, untuk meningkatkan mutu dan berpotensi meningkatkan PAD,” tutur Zaini.


