Walhasil, berbagai panitia qurban terpantau sudah banyak menggunakan wadah ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik. Ada yang menggunakan daun pisang , keranjang bambu, kantong yang ramah lingkungan dll. “DLH sendiri membungkus daging qurban menggunakan daun pisang dan tas kantong yang bisa digunakan berulang,” pungkasnya.

Tentu ini menjadi semangat yang bagus untuk kesadaran warga menjaga lingkungan dan beritikad mengurangi sampah plastik yang jumlahnya sangat dominan di Kota Palangka Raya. Sekalipun itikad ini belum menyelesaikan setumpuk masalah sampah plastik dan pengelolaannya, setidaknya ini menjadi angin segar wujud kepedulian kita semua akan sampah plastik.
Plt.Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Sekaligus Panitia Pelaksanaan Pembagian Daging qurban, Yusran menjelaskan kenapa kami tidak menggunakan kantong plastik, karena Kantong plastik (dan atau jenis plastik lainnya) sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. “Kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan pun akan terurai lama dan tetap akan menjadi sampah serta mencemari lingkungan,” tutur Yusran. Www.lintasberita1.com, #PERDI#

