Mengingat keadaan ini, penting untuk mengatur dampak buruk merokok, khususnya di kalangan pelajar, dengan menawarkan layanan berhenti merokok di sekolah sebagai fokus utama upaya promosi dan preventif. Keterlibatan tenaga pendidik dan petugas kesehatan di Puskesmas akan lebih efektif dalam memberikan penyuluhan kepada individu tentang cara-cara mencegah menjadi perokok, dan bagi yang sudah merokok, cara mengatasi kecanduannya. Untuk memperoleh individu yang mampu melaksanakan layanan tersebut, sangat penting untuk melakukan pelatihan yang memenuhi kriteria kemahiran, ”pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com