Pola konsumsi pangan masyarakat saat ini yang belum beragam dan bergizi seimbang, ditunjukkan dengan tingginya konsumsi karbohidrat khususnya beras dibandingkan dengan sumber pangan lainnya menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat akan beras. Selain itu, adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat yang mendorong konsumsi pangan yang bersifat praktis (instan) menjadi penyebab tingginya permintaan akan pangan yang sebagian besar berbahan baku terigu. Hal ini pada akhirnya menjadi permasalahan tersendiri dalam penyediaan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu didorong secara intensif upaya pengembangan pangan lokal untuk menjawab permasalah tersebut.
Merubah pola pikir masyarakat ke arah pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang bukanlah hal yang mudah, karena sangat dipengaruhi oleh budaya, selera, dan kebiasaan makan masyarakat. Untuk itu, sosialisasi dan promosi diversifikasi konsumsi pangan secara terus menerus sangat diperlukan. Pengembangan pangan lokal mempunyai peranan yang strategis dalam upaya penganekaragaman konsumsi pangan di daerah, karena bahan baku pangan tersebut tersedia secara spesifik di daerah.
Diversifikasi pangan diselenggarakan untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan memperhatikan sumber daya, kelembagaan, dan budaya, serta kearifan lokal. Upaya yang dilakukan dalam penganekaragaman konsumsi pangan diantaranya dengan meningkatkan jenis dan aneka ragam pangan, mengembangkan teknologi pengolahan dan produk pangan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi aneka ragam pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

