PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Program food estate merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menempatkan lumbung pangan indonesia berada di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Namun sayangnya program tersebut menuai pro dan kontra berkaca dari kegagalan program 1 Juta hektar silam. Akibatnya food estate berada dalam tanda tanya besar, khususnya bagi masyarakat Kalteng yaitu orang Dayak.
Kemudian untuk menggalang masukan dan saran program food estate tersebut, Tim Percepatan Pembangunan Kalteng bersama Fordayak Kalteng melaksanakan forum diskusi bertempat di Betang Kapakat, Jl. Rta. Milono, Jumat (26/06/2020) sore.
Acara yang berlangsung dari jam 16.00 WIB sampai 19.30 WIB tersebut menghadirkan pembicara dari Ketua Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kalteng, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng.

Yuandrias Purnawirawan TNI AL menyarankan, untuk mendiskusikan food estate ini lebih lanjut. Karena sejauh diskusi ini berjalan ia menilai belum terarah mau kemana.
“Saya sarankan forum diskusi ini akan diadakan lagi selanjutnya. Karena menurut saya, dalam mendiskusikan sebuah program ada 3 hal yang harus disampaikan, yaitu Grand Strategi, Strategi Taktis, dan Strategi Teknis. Apabila ketiga hal tersebut tidak dilakukan, diskusi yang kita lakukan tidak bisa terarah” kata Yuan.

